Serangan Serangga Tomcat

 
Serangan Serangga Tomcat - Tomcat adalah sejenis kumbang yang memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 1 cm sehingga kadang tidak dikenali. Keunikan serangga ini adalah bagian sayap yang tak menutupi seluruh abdomen. Ada 12 jenis serangga jenis ini. Namun yang paling banyak menyerang di wilayah Jawa Timur adalah jenis Paederus fasciatus. Ciri khas Paederus adalah kemampuan memproduksi toksin yang disebut paederin. Saat menyerang, serangga akan mengeluarkan toksin ini, persis seperti ular yang mengeluarkan bisa.

Tomcat atau Pederus fuscipes adalah serangga yang biasa hidup di sawah. Serangga ini tertarik pada cahaya lampu sehingga mendatangi areal pemukiman manusia. 

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan kumbang ini yakni dengan menutup pintu dan jendela dengan rapat-rapat agar kumbang tomcat tidak masuk ke rumah. Hindari duduk atau ngobrol di bawah lampu yang di atasnya banyak didatangi kumbang tomcat. Selanjutnya, jika ada kumbang tomcat menempel pada tubuh atau pada pakaian yang sedang dipakai, jangan sekali-kali memegangnya atau membunuhnya. Janganlah sekali kali anda menyentuhnya, usirlah dengan cara meniupnya atau mengusirnya dengan lidi.

Apabila seseorang secara tidak anda memegang dan cairannya menempel pada kulit, segera bilas dengan air sabun beberapa kali. Begitu pula bila cairan kumbang ini menempel pada baju atau seprei, agar segera dicuci.

Racun tomcat menyebabkan gatal, rasa terbakar, kemerahan dan melepuh. Luka ini bisa diobati dengan, antibiotik oral yang dikombinasikan dengan steroid topikal dan anthistamin oral. Luka melepuh akan sembuh dalam lima sampai sepuluh hari.

Sebenarnya serangan serangga ini bukanlah yang pertama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya mengatakan peristiwa pertama kali diketahui di Tulungagung tahun 2008 lalu, di areal perumahan yang dikelilingi oleh kebun tebu. Seperti yang dikutip Mamka Blog pada laman TRIBUNnews.com.

Setahun kemudian yakni tahun 2009 di Kota Gresik dilaporkan terjadi serangan Tomcat di Rumah Susun terdapat penderita gatal sekitar 50 orang, Lalu terjadi lagi di Surabaya di Kenjeran pada tahun 2010 penderita sekitar 20 orang.

Baru pada tanggal 13 Maret 2012 lalu, dikabarkan seorang penghuni Apartemen Eastcoast Pakuwon City mengalami gatal-gatal, luka dibagian wajahnya, tubuh, lengan dan terasa panas yang ditimbulkan oleh cairan beracun serangga Tomcat. Dan berita mengenai tomcat terus menyebar hingga sekarang.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2013 Mamka blog - 'Personal' blog | Mkanam - Didukung oleh Blogger