Review Film The Three Musketeers


Genre:Adventure
Release Date:October 14, 2011
Director:Paul W.S. Anderson
Script:Andrew Davies, Alex Litvak
Producer:Paul W.S. Anderson, Jeremy Bolt, Robert Kulzer, Samuel Hadida, Scott Rudin, Stephen Margolis
Distributor:Summit Entertainment
Duration:110 minutes
Budget:$120 million
Official Site:www.three-musketeers-3d.com



Sinopsis :
Athos (Matthew Macfadyen), Porthos (Ray Stevenson), dan Aramis (Luke Evans) adalah The Three Musketeers yang legendaris. Sayangnya, saat ini tiga pahlawan ini sedang dilanda nasib sial yang datang bertubi-tubi. Kalau tidak ada D'Artagnan (Logan Lerman), barangkali tiga pahlawan ini akan tinggal legenda saja.
D'Artagnan memang keras kepala. Ia tak mau menyerah. Ia ingin menjadi bagian dari The Musketeers yang selama ini jadi pahlawan di matanya. Keteguhan hati D'Artagnan pula yang akhirnya membuat Athos, Porthos, dan Aramis akhirnya bangkit. Apalagi saat ini Perancis sedang menghadapi ancaman besar. Kalau The Three Musketeers tak turun tangan, bisa jadi seluruh Eropa akan dilanda perang besar.
Mereka berempat harus menghentikan Richlieu (Christoph Waltz) yang jahat, berhadapan langsung dengan Buckingham (Orlando Bloom) dan Milady (Milla Jovovich) yang penuh tipu daya. Kalau empat pahlawan ini gagal maka tahta Perancis akan jatuh dan perang akan melanda seluruh benua Eropa. Mampukah keempat orang ini menjalankan misi berat ini?

Review :

THE THREE MUSKETEERS karya Alexandre Dumas adalah salah satu kisah yang paling sering diadaptasi ke layar lebar. Entah sudah berapa banyak penafsiran atas karya Dumas yang beredar sampai saat ini dan masing-masing menawarkan kelebihannya sendiri-sendiri. Yang satu ini adalah penafsiran modern dari Paul W. S. Anderson yang menawarkan sisi pandang baru dalam melihat kisah klasik ini.
Paul W. S. Anderson memang tidak mengubah seting film ini. Yang berubah adalah jalinan kisah dan 'bumbu penyedap' yang digunakan sutradara ini. Pendekatan yang sama pernah digunakan Guy Ritchie saat menafsirkan ulang karakter Sherlock Holmes. Bedanya, Paul W. S. Anderson sepertinya kurang jeli dalam meramu ide cemerlang tadi menjadi sebuah tontonan yang menarik.
Memang ada aroma James Bond, Mission Impossible, atau malah Batman dalam film ini namun bumbu yang seharusnya membuat kisah klasik ini makin sedap sepertinya malah membuatnya jadi sulit dicerna. Sebagai tontonan, THE THREE MUSKETEERS memang menyenangkan namun sayangnya secara keseluruhan tidak ada yang membuat film ini jadi layak dikenang. Paul W. S. Anderson sepertinya hanya bertumpu pada faktor visual, tidak lebih.
http://www.kapanlagi.com/film/internasional/the-three-musketeers-tiga-pahlawan-lendaris.html 


0 komentar:

Posting Komentar

 
Hak Cipta © 2013 Mamka blog - 'Personal' blog | Mkanam - Didukung oleh Blogger